Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer) menggelar pelatihan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka Fase 2 bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur adalah inisiatif luar biasa dalam rangka mendukung suksesnya Gerakan Numerasi Nasional (GNN)," kata Direktur Guru GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto dalam keterangan pers diterima LKBN ANTARA Babel di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan PT Timah Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer) yang diikuti 80 guru SD di Belitung Timur ini, sebagai upaya perusahan dalam memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Hasil asesmen internasional seperti PISA yang diikuti Indonesia dari tahun 2000 sampai 2023 dan asesmen nasional seperti TKA masih menunjukkan tantangan besar dalam kemmpuan numerasi siswa Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan Gernas Tastaka adalah salah satu mitra penting pemerintah dalam apa yang dia namakan “Partisipasi Semesta”. Pasalnya, pemerintah memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan analitis. Untuk membangun itu, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” katanya.
Ia mendorong para guru untuk menanamkan pemahaman bahwa matematika merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan berharap para guru yang mengikuti kegiatan ini bisa membangun kecintaan murid pada matematika.
“Sejak bangun tidur, sebetulnya sudah terlibat dengan numerasi, seperti menghitung lama waktu, jarak pergi ke sekolah, dan sebagainya,” katanya.
Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer), Ahmad Sururi Aziz menyampaikan apresiasianya kepada Pemerintah dan PT TIMAH Tbk yang telah mendukung kegiatan ini.
"Gernas Tastaka merupakan sebuah inisiatif untuk mendukung program-program pemerintah, berangkat dari kegelisahan dan keinginan yang sama, agar para guru dapat turut serta menyiapkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045," katanya.
Menurut dia Yayasan Pengincer bersama PT Timah Tbk sudah melaksanakan program ini sejak 2024 dan kembali dilanjutkan di tahun ini. Nantinya, program ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur saja namun juga rencananya akan direplikasi di wilayah operasional Perusahaan lainnya.
"Komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung program Gernas Tastaka merupaka langkah bersama untuk memperkuat literasi dan numerasi dan meningkatkan kompetensi guru, apalagi target pelatihan ini adalah guru-guru sekolah dasar yang nantinya akan mengimplementasikan ini kepada siswa-siswa mereka di sekolah," ujarnya.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan PT Timah Tbk terus bekomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia salah satunya melalui program pendidikan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
"PT Timah Tbk terus berkomitmen untuk mewujudkan generasi Emas 2045, salah satunya melalui program peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan. Perusahaan juga berkomitmen untuk melaksanakan program pendidikan diantaranya beasiswa dan juga peningkatan sarana dan prasana sekolah," ujarnya.
Kepala Bagian Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Renni Lestari mengatakan bahwa pelatihan Gernas Tastaka Fase 1 yang sudah dijalankan pada 2024 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.
“Saya berharap hasil pelatihan ini terus berlanjut dan berimbas ke para pendidik lain di wilayah Kabupaten Belitung Timur, ucapnya.
