Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan budidaya kepiting bakau melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mengatasi kelangkaan stok kepiting di alam.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Rabu, meninjau langsung sistem budidaya “Apartemen Kepiting” yang dikembangkan sebagai bagian dari riset tersebut.
Efrianda mengatakan, budidaya kepiting bakau dari hulu hingga hilir masih menjadi tantangan besar meski Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun.
"Selama 80 tahun Indonesia merdeka, budidaya kepiting bakau secara menyeluruh masih menjadi pekerjaan besar,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila riset budidaya kepiting bakau tersebut berhasil, maka diterapkan penerapan skema 30-70, yakni 30 persen hasil budidaya dikembalikan ke habitat alami untuk pelestarian dan 70 persen dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.
Efrianda berharap Desa Guntung dapat berkembang menjadi pusat penjualan kepiting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Ini seiring dengan meningkatnya permintaan restoran makanan laut, sementara hasil tangkapan kepiting dari alam terus menurun," katanya.
Ia mencontohkan kondisi sentra kepiting di kawasan Jembatan Selindung yang saat ini mengalami penurunan hasil tangkapan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta melalui PT CP Prima, dan kalangan akademisi dari IPB, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi sektor perikanan.
Meski harga udang vaname di pasar global saat ini masih dalam kondisi menunggu kepastian, penguatan budidaya perikanan lokal dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemerintah daerah setempat juga mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam program budidaya tersebut melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar pengelolaan kepiting bakau dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Kita juga melakukan evaluasi berkala terhadap hasil riset dan implementasi budidaya kepiting bakau guna memastikan manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seimbang," tutup Efrianda.
