Pangkalpinang (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang Saparudin meresmikan pengelolaan sampah berbasis teknologi guna mengoptimalkan penanganan masalah sampah di daerah itu.
"Mesin pengelolaan berteknologi ini mampu mengelola dua ton sampah per jam," kata dia saat meresmikan alat pengelolaan sampah berbasis teknologi di TPS 3R Kawa Begawe Selindung, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan peresmian pengelolaan sampah berbasis teknologi di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Selindung ini, untuk mengurangi volume sampah ke TPA dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah, seperti kompos dari sampah organik dan bahan daur ulang dari non-organik.
"Sampah-sampah di TPS ini dipilah antara organik dengan non-organik. Sampah organik diolah menjadi kompos dan non-organik diolah menjadi berbagai produk seperti paving block dan lainnya," ujarnya.
Dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis teknologi ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memperbaiki posisi mesin pengolahan sampah ini yang terlalu dekat antara mesin dengan mesin lainnya.
"Kita sudah melihat proses pengolahan sampah ini dan memang ada beberapa bagian yang harus dioptimalkan, seperti tadi proses pengolahan yang terlewatkan karena posisi mesin satu dengan yang lainnya terlalu dekat," ujarnya.
Saat ini, pemerintah kota sudah menyiapkan lahan untuk memindahkan mesin pengolahan sampah non-organik sehingga ruang atau jarak antara mesin satu dengan mesin yang lainnya bisa dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos.
"Dengan adanya TPS 3R ini maka sampah-sampah ini tidak lagi dibawa langsung ke TPA, tetapi diolah di TPS 3R sehingga dapat mengurangi volume sampah di TPA yang sudah over kapasitas," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026