Pangkalpinang (ANTARA) - Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, guna mendukung tata kelola pemerintahan yang baik serta pencapaian opini WTP.
"Rekonsiliasi ini memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan integritas pengelolaan keuangan negara," kata Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel Johan Manurung di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan kegiatan Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data Laporan Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Hukum Tahun 2025 dan Kantor Daerah pada Selasa (27/1) yang diikuti oleh 228 peserta sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola keuangan negara di lingkungan Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk memastikan kesesuaian, kelengkapan, dan keandalan data Laporan Keuangan serta BMN Tahun 2025. Proses rekonsiliasi ini juga menjadi tahapan penting dalam mendukung penyusunan laporan keuangan yang akurat, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong tercapainya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.
"Rekonsiliasi dan pemutakhiran data ini merupakan instrumen penting untuk memastikan keselarasan, ketepatan, dan akurasi data keuangan serta BMN di seluruh satuan kerja," katanya.
Inspektur Jenderal Kementerian Hukum, Hendro Pandowo menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja pelaksanaan anggaran terbaik periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan kinerja tersebut pada Tahun Anggaran 2026 melalui langkah-langkah strategis, antara lain realokasi anggaran untuk program prioritas, percepatan belanja dengan tetap memperhatikan efisiensi, pencapaian target pelaksanaan anggaran, serta penguatan tata kelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Saya menekankan pentingnya ketelitian dalam pencatatan transaksi keuangan dan aset negara, pelaksanaan rekonsiliasi yang efektif, serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme SDM pengelola keuangan dan BMN," katanya.
