Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengevaluasi pengelolaan informasi publik, guna meningkatkan kualitas publikasi dan citra positif Kemenkum di masyarakat di daerah itu.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pengelolaan informasi publik yang lebih efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap dinamika pemberitaan di masyarakat," kata Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung usai mengikuti Sosialisasi Media Monitoring Kemenkum Tahun 2026 di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menyampaikan, sosialisasi ini penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan publikasi di lingkungan Kemenkum, khususnya dalam memanfaatkan sistem monitoring media sebagai alat untuk memantau perkembangan isu serta memperkuat strategi komunikasi lembaga.
"Saya berharap seluruh jajaran dapat mengoptimalkan pemanfaatan sistem tersebut guna meningkatkan kualitas publikasi dan citra positif Kemenkum di masyarakat," katanya.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Hukum, Ronald Lumbuun menjelaskan mengenai pelaksanaan media monitoring terhadap media konvensional dan media sosial di lingkungan Kemenkum, termasuk mekanisme penyusunan laporan media monitoring serta evaluasi pemberitaan media konvensional periode Februari 2026.
Ia menyatakan media monitoring merupakan proses pengumpulan berita, opini, dan informasi dari berbagai kanal media, seperti media online, media cetak, televisi, dan radio.
"nformasi ini dihimpun sebagai basis data yang digunakan untuk memantau perkembangan isu serta mendukung pengambilan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kemenkum," katanya
Menurut dia dalam pelaksanaannya, proses monitoring dilakukan menggunakan metode crawling yang memanfaatkan kata kunci (keywords) tertentu sesuai topik yang dipantau.
"Data yang berhasil ditarik kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sistem dashboard monitoring untuk selanjutnya diolah dan dianalisis sebagai bahan laporan media," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026