Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga sekarang tidak menemukan kasus positif penyebaran super flu atau influenza A (H3N2).

"Sampai saat ini berdasarkan laporan dari rumah sakit maupun puskesmas tidak ditemukan kasus super flu atau influenza A (H3N2)," kata petugas Epidemiolog Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Sopianto di Sungailiat, Rabu.

Hanya saja, kata dia, meskipun tidak ditemukan kasus positif super flu, namun ditemukan beberapa warga atau anak di salah satu sekolah yang memiliki gejala atau suspek kasus seperti itu.

"Dari hari pemeriksaan kesehatan, kami menemukan puluhan siswa mengalami gejala seperti Super Flu, sementara ada hasil test kesehatan dengan spesimen dikirim  ke Kementerian Kesehatan RI," jelas dia.

Ia berharap, meskipun ditemukan gejala yang sama dengan kasus super flu, namun kasus itu tidak menyebar lebih luas dan segera dilakukan pencegahan.

Direktur RSUD Eko Maulana Ali Belinyu Bangka dr Egha Zainur Ramadhani mengakui super flu bukan merupakan penyakit baru dan memang memiliki penyebaran yang cepat namun tidak menyebabkan vatalitas.

"Virus influenza A (H3N2) mengalami mutasi sehingga lebih infeksius atau mudah terinfeksi, mudah menular dan akhirnya memiliki gejala lebih parah," ujarnya.

Menurutnya, penyakit flu biasa bisa cepat sembuh sekitar satu mingguan, sedangkan penyakit super flu bisa mencapai dua minggu lebih.

"Saya ingatkan ke seluruh masyarakat jika mengalami gangguan kesehatan supaya segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan kesehatan," katanya.



Pewarta: Kasmono
Editor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026