Koba, Babel (ANTARA) - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 2025 mencapai 121 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah Imam Soehadi di Koba, Babel, Kamis, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi pengelolaan potensi sektor perikanan daerah.
"PAD sektor perikanan pada 2025 mencapai sekitar Rp440 juta atau 121 persen dari target atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp316 juta," kata Imam.
Pada 2026, Dinas Perikanan Bangka Tengah kembali menargetkan PAD sebesar Rp395 juta sesuai dengan ketetapan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
Menurut Imam, peningkatan PAD tersebut bersumber dari berbagai layanan dan pemanfaatan sarana perikanan yang dikelola oleh dinas, yang tercatat dalam sembilan rekening pendapatan.
"Sumber PAD berasal dari penjualan produksi benih ikan, penyewaan cool storage, retribusi pasar ikan, hingga tempat pelelangan ikan," ujarnya.
Salah satu penyumbang terbesar PAD, kata dia, berasal dari pemanfaatan gudang beku atau cool storage yang pada 2025 mampu menyumbang pendapatan sekitar Rp216 juta.
"Cool storage dimanfaatkan untuk penyimpanan hasil perikanan, khususnya cumi-cumi yang direncanakan untuk ekspor ke Filipina dan Tiongkok. Tarif yang dikenakan sudah sesuai dengan peraturan daerah," kata Imam.
Pihaknya akan terus melakukan pembenahan tata kelola layanan perikanan agar kontribusi terhadap PAD tetap optimal tanpa memberatkan pelaku usaha.
"Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perikanan juga menjadi fokus untuk mendukung aktivitas nelayan dan pembudi daya ikan di Bangka Tengah," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026