"Selama ini saya dengar kebanyakan peternak sapi menjual kotoran sapinya. Ke depan harus diupayakan kotoran sapi itu diolah menjadi pupuk kompos sehingga memberi nilai tambah bagi para peternak," katanya di Koba, Minggu.
Ia menjelaskan, populasi sapi di Bangka Tengah belakangan ini sudah mulai meningkat karena karena bermunculannya sejumlah kolompok peternak di sejumlah desa di daerah itu.
"Pemerintah daerah tentu memberikan dorongan kepada masyarakat yang benar-benar tekun beternak sapi, baik bantuan pakan maupun pembinaan melalui para penyuluh yang ada di daerah ini," ujarnya.
Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Romdhoni mengatakan saat ini pihaknya sedang menggencarkan program inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi sapi di daerah itu.
"Ini program nasional yaitu Indonesia harus swasembada sapi. Di Bangka Tengah ditargetkan populasi sapi mencapai 500 ekor per tahun dan kami optimistis target tersebut bisa tercapai," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini populasi sapi terdapat di beberapa desa di antaranya Desa Romodon yang sudah memiliki sekitar 50 ekor sapi yang dikelola oleh kelompok.
"Usaha peternakan sapi saat ini memiliki prospek yang sangat bagus, buktinya kami mendapat laporan dan mencatat di Desa Romodon para peternak sapi bisa membuat rumah, beli kendaraan dan kuliahkan anak dari hasil beternak sapi," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.