Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan ada kenaikan anggaran tahun 2026 dan tidak dipangkas untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Maka, Kemendikdasmen mengajukan anggaran biaya tambahan (ABT)," kata Mu’ti dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Mu'ti mengemukakan hal tersebut dalam rapat koordinasi penyelenggaraan Program MBG di Surabaya, Jawa Timur. Ia menjelaskan, ABT adalah alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.

Muti juga mengatakan, saat ini 43 juta penerima manfaat MBG adalah siswa sekolah. Menurutnya, Program MBG juga telah mendukung program Kemendikdasmen untuk memberikan mereka semangat belajar dan penguatan karakter.

"MBG juga mendukung program ketujuh dalam Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi," ujarnya.

Mu’ti menegaskan, Kemendikdasmen tetap memiliki alokasi yang besar untuk peningkatan mutu pendidikan tanpa ada pengurangan dana dari pemerintah.

Ia lalu membandingkan beberapa anggaran besar di Kemendikdasmen tahun 2025 dan tahun 2026. Di tahun 2025, Kemendikdasmen mendapatkan alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan, yang diterapkan untuk 16.176 satuan pendidikan. Saat ini, satuan pendidikan yang pembangunannya sudah selesai 100 persen mencapai 93 persen.

Tahun 2026 Kemendikdasmen juga sudah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi satuan pendidikan. Saat ini, anggaran yang sudah tercantum di APBN sebesar Rp14 triliun lebih. Anggaran itu akan dialokasikan untuk 11 ribu lebih satuan pendidikan.



Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026