"Koordinasi antardaerah terus berjalan dan kami optimis dalam tahun ini terealisasi," kata Wakil Bupati Bangka Barat Markus di Muntok, Kamis.
Menurut dia, realisasi kerja sama penggemukan dan pembibitan sapi dengan Pemprov DKI Jakarta tinggal beberapa tahapan lagi.
"Dalam waktu dekat, utusan dari Pemprov DKI Jakarta akan datang ke bangka Barat untuk melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama, dan sebagai tahap awal Pemprov Jakarta akan mengirimkan sebanyak 500 ekor induk sapi," katanya.
Ia mengatakan, pemkab saat ini sedang melakukan persiapan lahan Kecamatan Kelapa yang rencanya akan dijadikan lokasi pembesaran dan pembibitan sapi.
Menurut dia, rencana kerja sama antardaerah tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun dan pemkab terus berusaha keras untuk menyukseskan kerja sama yang diyakini akan membawa banyak manfaat untuk masyarakat dan daerah.
"Kerja sama ini merupakan salah satu unggulan daerah untuk menciptakan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan peternak dan ketersediaan daging sapi dengan harga terjangkau," katanya.
Bahkan, kata dia, Pemprov Babel melalui Sekretaris Daerah sudah memberikan dorongan agar rencana tersebut segera direalisasikan dan pemprov siap mendukung anggaran jika dibutuhkan.
"Beberapa hari lalu kami sudah bertemu dengan Sekda Babel Yan Megawandi dan beliau memberikan apresiasi, siap membantu Bangka Barat menjadi lumbung sapi Babel dan percontohan, bahkan jika dibutuhkan siap menyerahkan lahan aset pemprov yang berada di Kecamatan Kelapa ke Pemkab," katanya.
Ia mengatakan, animo masyarakat untuk bisa memanfaatkan program kerja sama tersebut juga cukup besar, terbukti dengan adanya kepala desa yang menawarkan lahan seluas 100 hektare agar warga desanya bisa mendapatkan pekerjaan tersebut.
"Sebagai tahap awal 500 induk sapi, namun tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah sesuai kesiapan masyarakat mendukung kerja sama tersebut, kalau Pemprov DKI Jakarta siap dalam jumlah besar karena kebutuhan konsumsi masyarakat cukup tinggi yaitu sekitar 700 sapi per hari," kata dia.
Selama ini Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan kerja sama dengan NTT, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar sehingga membutuhkan kerja sama dengan daerah lain.
"Peluang itu akan kami manfaatkan karena secara modal tidak begitu besar, hanya cukup menyediakan lahan, Pemprov DKI Jakarta yang akan menyediakan sapi, pola pengelolaan modern, bahkan sampai dokter juga akan disediakan. Jadi program ini akan sangat menguntungkan," katanya.
Selain penyediaan daging sapi, kata dia, usaha tersebut juga akan menumbuhkan usaha ikutan, yaitu pengolahan kotoran sapi menjadi kompos.
"Kebutuhan kompos di Bangka Barat cukup tinggi dan selama ini masih didatangkan dari luar daerah, dengan ketersediaan pabrik kompos di daerah akan menguntungkan petani dan pekebun," kata dia.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.