"Penyakit tanaman lada seperti busuk pangkal batang dan penyakit kuning menjadi momok yang menakutkan bagi petani karena selama ini penyakit lada belum bisa ditanggulangi,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Balai Benih Pertanian Provinsi Bangka Belitung mengembangkan jamur 'tekoderma' pencegah penyakit tanaman lada untuk meningkatkan minat petani mengembangkan komoditas tersebut.
"Penyakit tanaman lada seperti busuk pangkal batang dan penyakit kuning menjadi momok yang menakutkan bagi petani karena selama ini penyakit lada belum bisa ditanggulangi," kata Kepala UPTD Balai Benih Pertanian Babel, Zamdani di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, saat ini, pihaknya sudah menemukan metode pencegahan, mengobati hama penyakit busuk pangkal batang, dan penyakit kuning pada tanaman lada dengan jamur tekoderma atau jamur membasmi jamur hama penyakit ini.
"Selama ini, para petani membasmi tanaman lada terjangkit busuk pangkal batang dan penyakit kuning dengan mencabut dan membakar tanaman lada terjangkit hama tersebut, sehingga cukup merugikan para petani," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan penelitian dan uji coba, jamur tekoderma ini cukup ampuh membasmi jamur-jamur penyebab penyakit tanaman lada.
"Kami sudah melakukan uji coba pengobatan penyakit pada tanaman lada dengan jamur tekoderma dan hasilnya tanaman lada terjangkit penyakit tersebut kembali tumbuh dengan baik dan menhasilkan buah yang cukup banyak," ujarnya.
Menurut dia, cara pencegahan atau pengobatan tanaman lada terjangkit hama tersebut dengan menyebarkan jamur tekoderma di sekitar batang tanaman lada yang sakit dan jamur tekoderma ini akan memakan jamur-jamur penyebab penyakit ini.
"Kami siap membantu petani lada untuk menanggulangi penyakit lada ini, sekaligus mengajarkan petani untuk membuat jamur tekoderma ini," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah menyediakan ribuan induk jamur tekoderma untuk dikembangkan petani, sehingga produksi lada Babel kembali meningkat dan kembali menjadi primadona petani dalam meningkatkan kesejahteraan petani tersebut.
"Saat ini, petani tidak lagi menganggap lada sebagai mata pencaharian utama yang dapat meningkatkan perekonomian karena munculnya berbagai penyakit yang merugikan petani sehingga mereka banyak beralih menjadi pekerja tambang timah yang lebih menguntungkan," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, kami mengimbau para petani untuk kembali mengembangkan tanaman lada ini dan mengembalikan kejayaan Babel sebagai daerah pengekspor lada berkualitas tinggi ke pasar internasional.
"Permintaan lada yang dikenal dengan "muntok white pepper" (lada putih muntok) cukup tinggi, terutama di Asia, Eropa, dan AS sehingga menjadi peluang daerah untuk mengangkat kembali kejayaan lada menjadi komoditi andalan," katanya.
Pewarta: Pewarta :AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.