Sungailiat (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat selama tahun 2025 telah membangun delapan unit rumah layak huni untuk membantu warga kurang mampu di daerah itu.
"Selama tahun 2025, kami sudah membangun delapan unit rumah layak huni yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan," kata Ketua Baznas Kabupaten Bangka M Nasir Hasan di Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan, pembangunan rumah layak huni tersebut bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Pertanahan Kabupaten Bangka guna memastikan teknis pelaksanaan karena besaran bantuan rumah layak huni disesuaikan dengan kondisi fisik rumah yang akan dibangun.
"Besaran bantuan setiap rumah layak huni yang dibangun berbeda-beda jumlahnya, atau disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Bantuan senilai Rp25 juta sampai Rp40 juta per rumah," jelas dia.
Menurut dia, secara teknis bantuan rumah layak huni berukuran enam kali enam, lantai keramik serta menggunakan atap berbahan asbes.
Selain bantuan rumah layak huni kata dia, ada beberapa program sosial kemanusiaan lain yang sudah dilakukan seperti pembangunan jamban di rumah warga yang kurang mampu, beasiswa serta bantuan berobat dan tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Bantuan pembayaran BPJS kesehatan yang menunggak bagi warga tidak mampu dianggap cukup penting mengingat layanan kesehatan sangat dibutuhkan," katanya.
Nasir Hasan berharap program bantuan pembangunan rumah layak huni tahun 2026 lebih banyak dibanding dengan kegiatan sosial yang sama tahun 2025.
"Kami berharap bantuan rumah layak huni tahun 2026 lebih dari delapan unit. Harapan ini disesuaikan dengan tingkat penerimaan dan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS)," kata Nasir Hasan.
Ia menargetkan pendapatan ZIS tahun 2026 masih sama dengan pendapatan ZIS tahun 2025 yakni sebesar Rp2 miliar. Jumlah penerimaan ZIS tahun 2025 lebih banyak dibanding penerimaan ZIS tahun 2024 sebesar Rp1,9 miliar.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026