Belitung (ANTARA) - Warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merayakan Cap Go Meh 2026 dengan penuh suka cita.

‎Tokoh masyarakat Tionghoa Belitung, Ayie Gardiansyah di Tanjungpandan, Selasa mengatakan Cap Go Meh diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek sekaligus menjadi rangkaian penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

‎"Cap Go Meh adalah peringatan dari penutupan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek," katanya.

‎Ia menjelaskan, peringatan Cap Go Meh selalu dirayakan dengan penuh suka cita dan kegembiraan, salah satunya adalah dipenuhi dengan hiasan lampion.

‎Disampaikan, perayaan Cap Go Meh merupakan tradisi yang dilaksanakan pada masa Dinasti Han (206 SM - 221 M) dan masih terus dilestarikan secara turun temurun sampai saat ini.

‎Ayie menambahkan, dulu Cap Go Meh juga menandakan datangnya musim tanam, sehingga para petani menyambutnya dengan suka ria karena akan kembali bekerja. 

‎"Para petani kembali ke sawah dan ladang dengan harapan di tahun yang baru membawa berkah bagi pertanian mereka. Kalau sekarang kita kembali ke profesi kita masing-masing usai perayaan Imlek," ujarnya.

‎Dikatakan, biasanya Cap Go Meh akan diawali dengan kegiatan membersihkan tempat ibadah dan dilanjutkan dengan kegiatan persembahyangan di malam hari.

‎Dia berharap perayaan Cap Go Meh tahun ini membawa kebaikan, keselamatan, dan kesusksesan di tahun mendatang.

‎"Cap Go Meh juga menjadi manifestasi rasa syukur atas semua pencapaian di tahun yang lalu dan semoga tahun berikutnya akan lebih baik lagi, baik dalam kebahagian, keharmonisan maupun kerukunan apalagi peringatan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026