Washington (ANTARA) - Intelijen Amerika Serikat mendeteksi kemungkinan Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz dengan menggunakan kapal berukuran kecil yang masing-masing bisa memuat dua hingga tiga ranjau, demikian dilaporkan CBS News, Selasa (10/3).
Jumlah total ranjau di gudang persenjataan Iran berkisar antara 2.000 hingga 6.000, meskipun angka pastinya masih belum jelas.
Ranjau-ranjau tersebut diproduksi di dalam negeri maupun di Rusia atau China, tambah laporan itu.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Fransiska NindityaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026