Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang perkembangan cuaca, guna mencegah kecelakaan kapal angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 di daerah itu.
"Kita bersama BMKG lebih mengintensifkan sosialisasi untuk memastikan kondisi cuaca aman untuk keselamatan pelayaran kapal angkutan mudik lebaran dan barang," kata Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam Saiful Anwar di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan KSOP Pangkalbalam terus memantau kondisi cuaca melalui koordinasi dengan BMKG sebelum memberikan izin keberangkatan kapal angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 dari Pelabuhan Pangkalbalam (Pulau Bangka) menuju Pelabuhan Tanjung Pandan (Belitung) dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Kalau cuaca buruk, kapal tidak berangkat dan keberangkatannya ditunda. Ini demi keselamatan, bukan untuk menahan ataupun menunda keberangkatan kapal tanpa alasan," katanya.
Dia menjelaskan apabila BMKG mengeluarkan imbauan terkait potensi cuaca buruk yang dapat membahayakan pelayaran, maka pihak KSOP akan menunda sementara keberangkatan kapal hingga kondisi cuaca kembali membaik.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran aktivitas pelayaran di wilayah perairan Bangka Belitung," ujarnya.
Ia menyatakan hingga saat ini belum ada penundaan keberangkatan kapal yang disebabkan oleh kondisi cuaca.
"Sampai saat ini tidak ada penundaan keberangkatan kapal. Alhamdulillah aman, termasuk untuk kapal ekspres Bahari yang melayani rute ke Belitung, termasuk kapal Roro ke Jakarta," ujarnya.
Ia berharap, kondisi cuaca tetap mendukung sehingga arus mudik melalui Pelabuhan Pangkalbalam dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026