Belitung (ANTARA) - Khatib shalat Idul Fitri 1447 Hijriah Masjid At-Taqwa Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Ramansyah mengatakan Idul Fitri 1447 Hijriah adalah momentum untuk kembali kepada kesucian diri (fitrah).
"Idul Fitri adalah sarana kita kembali kepada fitrah. Namun, kesucian itu harus menjadi batu loncatan untuk peningkatan kualitas diri, bukan sekadar perayaan seremonial," katanya di Tanjungpandan, Sabtu.
Dalam khutbahnya, H. Ramansyah menekankan bahwa Idul Fitri 1447 Hijriah bukan sekadar perayaan kemenangan fisik, melainkan sarana bagi umat Muslim untuk kembali kepada kesucian jiwa agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
"Ramadhan adalah madrasah bagi kita semua. Idul Fitri hari ini adalah momentum untuk melihat kembali apakah sujud, puasa, dan shalat kita selama sebulan penuh telah membekas dalam karakter kita atau hanya sekadar rutinitas tahunan," ujarnya.
Ia memaparkan, bahwa setidaknya terdapat tiga ciri utama pribadi yang berhasil kembali ke fitrah selepas Ramadhan.
Pertama, memiliki hati yang lebih bersih dari penyakit hati seperti iri dan dengki. Kedua, lisan yang lebih terjaga dari ucapan yang tidak bermanfaat.
"Ciri ketiga yang paling krusial adalah ibadahnya menjadi lebih istiqomah atau konsisten. Kemenangan sejati adalah saat semangat beribadah di bulan suci tetap terjaga di bulan-bulan berikutnya," katanya.
Ia berharap seluruh amal dan kebaikan yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah mendapatkan ganjaran dan pahala di sisi Allah SWT.
"Semoga Allah SWT memberikan kesempatan bagi kita semua untuk dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan pada tahun depan dalam keadaan iman yang lebih kuat," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026