"Kami sudah mempersiapkan 720 ribu bibit lada berkualitas yang akan dilakukan di Kabupaten Bangka Selatan seluas 250 hektare dan Belitung 200 hektare,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2014 akan memperluas kebun lada petani 450 hektare untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor tersebut.


"Kami sudah mempersiapkan 720 ribu bibit lada berkualitas yang akan dilakukan di Kabupaten Bangka Selatan seluas 250 hektare dan Belitung 200 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Babel, Sunardi di Pangkalpinang, Kamis.


Sementara itu, kata dia, realisasi perluasan perkebunan lada 2013 seluas 190 hektare sudah tuntas dan sudah dilakukan penanaman bibit lada berkualitas.


"Perluasan areal perkebunan lada petani tahun ini dilakukan di Kabupaten Bangka Selatan seluas 100 hektare dan Kabupaten Belitung seluas 90 hektare," ujarnya.


Ia menjelaskan, perluasan areal perkebunan lada untuk mendukung program Gubernur Babel, Rustam Efendi dalam rangka mengembalikan kejayaan lada putih yang lebih dikenal di pasar internasional 'Muntok White Pepper' yang dalam 20 tahun terakhir mengalami penurunan.


"Perluasan kebun lada putih tahun ini mengalami penurunan karena keterbatasan anggaran dibandingkan program perluasan 2011 seluas 300 hektare dan 2012 seluas 550 hektare kebun lada," ujarnya.


Ia mengatakan, perluasan areal perkebunan lada ini berbentuk bantuan bibit, sementara lahannya milik petani yang dikelola oleh petani tersebut.


"Kami sudah menyediakan 304 ribu bibit lada berkualitas dengan asumsi 1.600 batang bibit per hektare," ujarnya.


Menurut dia, dengan adanya program perluasan lahan ini akan memicu minat petani untuk kembali mengembangkan lada otomatis produksi lada petani akan meningkat untuk memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional yang cukup tinggi.


"Kami optimis, program perluasan lahan lada ini, akan mengembalikan kejayaan lada di Bangka Belitung, dengan perencanaan yang matang, pengorganisasian yang terpadu," ujarnya.


Selain perluasan lahan, kata dia, untuk meningkatkan produktivitas lada, diperlukan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan kepada para petani.


"Kami memaksimalkan peran PPL untuk mendampingi para petani, menyiapkan petani mulai dari pembibitan, pemupukan dan pemeliharaan, misalnya membiasakan petani menggunakan pupuk organik, bagaimana memelihara tanaman dan pengelolaan bijih lada pasca panen dengan baik," ujarnya.


Ia berharap, dengan adanya program ini diharapkan adanya peningkatan produksi dan titik akhirnya menambah pendapatan dan kesejahteraan petani.


"Kami berusaha untuk menekan biaya pengelolaan tanaman lada ini dan menjaga kestabilan harga lada di pasaran sehingga petani tidak dirugikan karena biaya produksinya cukup tinggi," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026