Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah meningkatnya kasus deman berdarah dengue (DBD).

"Kami menggecarkan gerakan PSN di sejumlah tempat yang dianggap menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk penyebab DBD," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra di Sungailiat, Kamis.

Gerakan PSN, kata dia, dengan melakukan pembersihan sampah di lingkungan masyarakat, membersihkan saluran air agar tidak ada genangan yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk demam berdarah.

"Saya mengingatkan masyarakat supaya memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan rumah, menguras bak mandi secara rutin agar tidak ada jentik nyamuk," kata Boy Yandra yang menjabat Ketua Himpuan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung.

Boy Yandra menyarankan masyarakat yang membutuhkan serbuk abate dapat langsung menghubungi pihak pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat.

"Serbuk abate diberikan secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan," ujar dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, pada bulan Maret 2026, tercatat sebanyak 53 kasus DBD dengan satu orang pasien DBD dinyatakan meninggal dunia.

"Dari jumlah kasus DBD tersebut, masing-masing 21 kasus di Kecamatan Belinyu, Kelurahan Sungailiat sebanyak 19 orang kasus DBD, Batu Rusa terdapat empat kasus DBD, Kecamatan Mendo Barat empat kasus, di Kecamatan Pemali dua kasus, Kecamatan Bakam terdapat dua kasus DBD dan di Kecamatan Puding Besar ditemukan satu kasus DBD," kata Boy Yandra.

Dengan mengoptimalkan gerakan PSN secara rutin, kata Boy Yandra, kasus DBD di masing - masing wilayah dapat ditekan, cuaca panas seperti sekarang merupakan waktu yang tempat membersihkan lingkungan.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026