Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menanam 500 bibit mangrove di sepanjang aliran sungai Rangkui Kota Pangkalpinang guna melestarikan kembali lingkungan sungai yang rusak akibat tambang ilegal.
"Hari ini kita menanam mangrove dan mudah-mudahan dapat memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian sungai ini," kata Hidayat Arsani saat menanam mangrove di kawasan Rusunawa Pangkalarang Kota Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan penanaman 500 bibit mangrove di sepanjang aliran sungai Rangkui Kota Pangkalpinang ini diinisiasi Kiok Bangka yang berkolaborasi dengan Green Generation Bangka Belitung untuk melestarikan lingkungan sungai yang rusak akibat penambangan bijih timah ilegal.
"Lingkungan sungai ini sudah menjadi korban penambangan timah dan mudah-mudahan dengan langkah Kiok Bangka dan Green Generation Babel ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan khususnya sungai," katanya.
Menurut dia, aksi penanaman mangrove ini membantu Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mereklamasi dan melestarikan sepanjang aliran sungai yang mengalami kerusakan akibat penambangan ilegal.
"Saya mengapresiasi Kiok Bangka melakukan aksi penanaman pohon mangrove ini dan mudah-mudahan niat baik ini bisa menolong pemerintah daerah dalam mereklamasi kerusakan lingkungan ini," katanya.
Ketua Kiok Bangka Elen mengatakan kegiatan penanaman mangrove di sungai Rangkui Kawasan Rusunawa Pangkal Arang Kota Pangkalpinang ini merupakan rangkaian HUT Ke-10 Kiok Bangka.
"Dalam memperingati HUT ke-10 Kiok Bangka tahun ini, kita mencoba sesuatu yang baru untuk menjaga lingkungan Pulau Bangka kita tercinta ini," katanya.
Dalam kegiatan penanaman mangrove di sungai Rangkui yang dipusatkan di Kawasan Rusunawa Kota Pangkalpinang ini juga dihadiri Forkopimda Kepulauan Babel, Wali Kota Pangkalpinang, Wakil Wali Kota Pangkalpinang dan warga di Kelurahan Pangkal Arang Kota Pangkalpinang.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026