Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok gula pasir di tingkat distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel), masih tersedia 700 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan.

"Stok gula pasir mencukupi karena pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera  lancar seiring cuaca di perairan Babel aman dilintasi kapal laut, namun demikian harga gula tetap tinggi, meski permintaan warga menurun pasca Lebaran Idul Adha" ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Tambrin di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, ketersediaan gula sebanyak 700 ton tersebut berdasarkan hasil pantauan petugas, Kamis (17/10) di lima gudang distributor yang tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung.

Rincian stok gula pasir  di sejumlah gudang distributor yaitu stok gula pasir di CV Bina Purnama Bersama sebanyak 80 ton, PT Globus Internusa Belitung 200 ton, CV Bangka Alam Sejahterah 50 ton, UD Mawar Jaya 370 ton, sementara stok gula pasir di Distributor Akon dan AS masih kosog.

"Kami secara rutin meninjau stok gula pasir di beberapa distributor untuk mengantisipasi kenaikan harga lebih tinggi karena  persediaan terbatas akibat pasokan gula dari luar kurang," ujarnya.  
    Ia mengatakan, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional masih  bertahan tinggi Rp11 ribu per kilogram jika dibandingkan harga sebelumnya Rp10 ribu per kilogram.

"Harga gula pasir ini masih bertahan tinggi karena harga di daerah sentra produksi juga tinggi seiring tingginya permintaan konsumen untuk kebutuhan sehari-hari dan usaha makanan yang mereka tekuni," ujarnya.

Sementara itu, stok terigu sebanyak 100 ton dan harga masih bertahan stabil Rp7.000 per kilogram dan stok minyak goreng sebanyak 225 ton dengan harga jual di pasaran masih bertahan tinggi Rp13 ribu per liter.

Menurut dia, kenaikan harga gula pasir, tepung, minyak goreng dan kebutuhan masyarakat lainnya, apabila cuaca di perairan Babel memburuk seperti gelombang tinggi disertai angin kencang, sehingga kapal barang tidak bisa memasok yang pada akhirnya persediaan kebutuhan sembako terbatas.

"Babel merupakan daerah kepulauan, sehingga kebutuhan gula pasir 100 persen tergantung pasokan dari luar provinsi," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diimbau para distributor untuk selalu meningkatkan pasokan, mewaspadai kekurangan stok dan kenaikan harga akibat cuaca buruk di perairan.

"Kami harapkan para distributor sembako untuk mewaspadai cuaca buruk di perairan Babel selama akhir tahun ini, dengan terus meningkatkan pasokan sembako agar tidak terjadi kenaikan harga barang yang memberatkan masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026