Belitung (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat pencegahan dan deteksi dini konflik di lingkungan masyarakat guna menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
"Kami terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi konflik di masyarakat," kata Kepala Badan Kesbangpol Belitung, Robert Horison di Tanjungpandan, Selasa.
Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan guna mencegah dan mendeteksi dini potensi terjadinya konflik di masyarakat adalah dengan mengoptimalkan peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) setempat.
"Dalam waktu-waktu tertentu kami tetap bertemu untuk memperbincangkan persoalan-persoalan dan solusi untuk mencegah dini terjadinya konflik di lingkungan masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, Kesbangpol Belitung terus berupaya mencegah agar tidak terjadinya konflik di masyarakat karena tentunya hal tersebut merugikan banyak pihak.
"Karena kalau konflik itu terjadi maka semuanya akan merugi," katanya.
Ia menjelaskan, Belitung merupakan daerah yang termasuk rawan terjadinya konflik khususnya konflik menyangkut lahan.
Konflik lahan yang dimaksud tersebut, lanjut Robert, terjadi antara perusahaan sesama perusahaan seperti tumpang tindih atau terjadinya penguasaan lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan salah satu perusahaan perkebunan.
"Terlepas dari siapa yang benar dan salah karena masing-masing punya legal standing sendiri, tetapi itu adalah konflik," katanya.
Selanjutnya adalah konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat seperti yang terjadi antara PT. Foresta Lestari Dwikarya (FLD) dan masyarakat Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.
"Adanya lahan-lahan masyarakat yang ternyata masuk dalam lahan HGU perkebunan," ujarnya.
Lebih lanjut, Robert menjelaskan potensi konflik lainnya adalah konflik horizontal antar sesama masyarakat, yang disebabkan oleh aktivitas ekonomi tambang bijih timah ilegal baik di darat maupun laut.
"Kalau di darat konfliknya adalah pengrusakan lingkungan kemudian ada lahan masyarakat yang tanpa pengetahuan sehingga ditambang dan terjadi konflik," katanya.
Kemudian untuk konflik aktivitas tambang timah ilegal laut terjadi di Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong baru-baru ini adanya insiden pembakaran ponton penambang yang saat ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Karena aktivitas tambang timah ilegal di laut berhadapan dengan aktivitas nelayan," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026