Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggandeng beberapa fakultas di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) unggulan setempat.
"Sebagai tahap awal kita ingin melakukan kerja sama untuk pengembangan produk unggulan berbahan baku kakao bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM, ada lagi produk minyak atsiri dari tanaman sapu-sapu dan gaharu bersama Fakultas MIPA UGM," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel Arie Primajaya di Pangkalpinang, Rabu.
Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan upaya yang dilakukan Pemprov Kepulauan Babel untuk menguatkan kolaborasi bersama berbagai instansi dan perusahaan dalam upaya pengembangan produk bernilai ekonomi.
"Ini juga upaya kita memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, inovasi dan pengembangan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Pemprov Babel menargetkan Kepulauan Babel tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil timah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan teknologi tepat guna, dan perluasan kemitraan strategis menjadi upaya meningkatkan kualitas produk, pengolahan pasca panen, diversifikasi produk turunan hingga penguatan kapasitas koperasi dan UMKM.
"Penguatan hilirisasi ini target kita agar Babel mampu mengolah potensi lokal secara berkelanjutan dan bernilai tinggi," katanya.
Sebelumnya, Pemprov Kepulauan Babel bersama UGM resmi melaksanakan penandatanganan perpanjangan kesepakatan sebagai langkah nyata menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan pendampingan akademik dalam pembangunan daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi daerah, penguatan ekonomi rakyat, serta percepatan transformasi ekonomi daerah agar menjadi maju, mandiri, dan berdaya saing.
Kerja sama difokuskan pada pengembangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti aren, kakao, gaharu dan minyak atsiri, sekaligus memperkuat peran koperasi dan UMKM dalam menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis potensi lokal.
Salah satu fokus penting adalah pengembangan komoditas aren dari hulu sampai hilir karena aren merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Potensi tersebut masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih sistematis, mulai dari pembibitan, budidaya, penguatan kelembagaan petani, standardisasi produksi, pengolahan pascapanen, inovasi produk, pengemasan, sertifikasi, hingga perluasan akses pasar.
"Selama ini, aren telah dikenal oleh masyarakat sebagai sumber bahan baku gula aren, gula semut, nira dan berbagai produk turunannya, ini yang akan terus kita kembangkan bersama potensi lainnya," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza ElviaEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026