Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung memperkuat sinergisitas dalam pengawasan lalu lintas hewan kurban yang mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

“Pengawasan dan tindakan karantina terintegrasi ini dilakukan pada 12 pos pelayanan untuk memastikan sapi dan kambing kurban sehat," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan penguatan sinergisitas pengawasan lalu lintas hewan kurban ini dilakukan secara berkelanjutan melalui tindakan karantina berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik hewan, validasi sertifikat kesehatan hewan, pemeriksaan laboratorium lanjutan, dan monitoring kesehatan ternak secara intensif bersama instansi berwenang di daerah.

“Setiap tahun menjelang Idul Adha selalu diiringi dengan meningkatnya lalu lintas ternak antarwilayah. Oleh sebab itu, Karantina Babel terus memperkuat langkah kesiapsiagaan dan deteksi dini untuk memastikan ternak kurban yang masuk maupun keluar dari Bangka Belitung dalam kondisi sehat, aman, dan layak untuk kurban," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan data sertifikasi karantina sapi kurban yang masuk ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak Januari hingga April 2026 sebanyak 8.785 ekor dan kambing kurban 64 ekor.

“Pengawasan karantina tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran distribusi ternak, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, keberlanjutan sektor peternakan, serta upaya pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular di daerah ini," katanya.

Menurut dia kolaborasi pengawasan dengan pemerintah daerah ini diwujudkan melalui pertukaran data epidemiologis, pengawasan terpadu, pengambilan sampel laboratorium, edukasi kepada pelaku usaha peternakan, hingga penguatan respons cepat apabila ditemukan indikasi penyakit hewan menular.

Selain itu, petugas karantina juga meningkatkan pengawasan terhadap keabsahan dokumen karantina melalui sistem digital BEST TRUST guna mencegah potensi pelanggaran dan pemalsuan dokumen.

"Kami terus mengedepankan sinergi, harmonisasi, dan kolaborasi lintas sektoral dalam pelaksanaan pengawasan ini," katanya.

Ia menambahkan dalam pelaksanaannya Karantina Bangka Belitung berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner Lampung (BVet Lampung) serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memperkuat surveilans kesehatan hewan dan mitigasi risiko penyebaran penyakit.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga keamanan hayati melalui kepatuhan terhadap prosedur karantina. Karantina Babel berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta membuka ruang konsultasi dan koordinasi secara terbuka bagi masyarakat,” katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026