Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung warga melestarikan tradisi Ziarah Kute Seribu yang dilaksanakan di Kampung Tanjung, Mentok, guna menjaga warisan budaya.

"Pada tahun ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan dukungan anggaran sebesar Rp20 juta untuk membantu kegiatan ini," kata Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman di Mentok, Sabtu.

Menurut dia, pelestarian tradisi yang berkembang di tengah masyarakat perlu terus dilakukan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selalu terjaga dan dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.

Pemkab Bangka Barat juga telah memasukkan kegiatan Ziarah Kute Seribu sebagai salah satu ritus dalam objek pemajuan kebudayaan dan menjadi agenda tahunan kebudayaan di daerah itu.
 
Tradisi ini diikuti ribuan orang dan menjadi ajang silaturahmi antara umara, ulama dan umat Muslim yang tidak hanya datang dari Kota Mentok, tetapi juga dari Jakarta dan Palembang.
 
Ziarah Kute Seribu dikenal juga dengan Haul Kute Seribu, merupakan tradisi untuk mengenang dan mendoakan para pemimpin terdahulu yang wafat dan dimakamkan di Mentok.
 
Warga berziarah ke makam para pendiri Kota Mentok, seperti Wan Abdul Jabar, Abang Pahang, Abang Ismail, Abang Muhammad Toyib, Habib Hamid Bin Abdurahman Assegaf, Habib Hud Bin Muhammad Assegaf dan Habib Syatho.


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026