Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat kemitraan petani kelapa sawit dengan industri melalui sosialisasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Kepala DPKP Bangka Tengah Dian Akbarini di Koba, Sabtu, mengatakan sertifikasi ISPO tidak hanya berkaitan dengan tata kelola perkebunan berkelanjutan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kemitraan antara petani dan perusahaan pengolahan sawit.
“Pemerintah daerah terus mengupayakan petani bermitra dengan pabrik kelapa sawit agar hasil panen memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih baik,” katanya.
Ia menjelaskan, petani sawit saat ini juga telah mendapat perlindungan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 yang mengatur pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
“Dengan regulasi itu, hak-hak petani lebih terlindungi karena harga jual TBS mengacu pada ketetapan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.
Menurut Dian, sertifikasi ISPO menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit daerah di tengah tuntutan pasar terhadap produk perkebunan berkelanjutan.
Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Kabupaten Bangka Tengah Tamimi mengatakan sertifikasi ISPO merupakan rangkaian penilaian kesesuaian terhadap usaha perkebunan kelapa sawit guna memastikan pengelolaan perkebunan telah memenuhi prinsip dan kriteria yang ditetapkan.
Ia mengatakan sertifikasi ISPO juga bertujuan memastikan usaha perkebunan sawit layak secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, luas areal perkebunan sawit di Bangka Tengah mencapai 14.370,8 hektare yang tersebar pada enam kecamatan di daerah itu.
“Produksi sawit harus diimbangi dengan peremajaan tanaman dan penguatan tata kelola perkebunan melalui sosialisasi ISPO secara berkelanjutan,” kata Tamimi.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026