Pangkalpinang (ANTARA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siaga bencana kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kekeringan, guna mengantisipasi bencana dampak kemarau ekstrim di daerah itu.
"Hari ini, seluruh forkopimda tingkat provinsi dan kabupaten siaga karhutla dan kekeringan ini," kata Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani usai apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan kegiatan apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla dan kekeringan tahun ini, guna memastikan kesiapan seluruh personel BPBD, Damkar, Polri, TNI, Basarnas dan instansi lainnya dalam mencegah dan menanggulangi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau ini.
"Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi di Kepulauan Babel aman, terkendali dan belum ada ditemukan daerah-daerah yang mengalami kekeringan," katanya.
Ia menilai sarana dan prasana pemadam kebakaran hutan dan lahan yang dimiliki pemerintah daerah masih sangat sederhana, namun seluruh personil yang disiaga memiliki semangat tinggi dalam mengantisipasi dan menanggulangi karhutla ini.
"Saat ini belum ada titik-titik rawan kebakaran, kekeringan dan kita doakan saja semoga Kepulauan Babel aman-aman saja hingga kemarau ekstrim ini berakhir," katanya.
Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan kegiatan apel gelar pasukan ini merupakan bentuk sinergi Polri, TNI, Basarnas dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau ini.
"Siaga ini bukan hanya aparat kepolisian tetapi juga pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BPBD dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi kondisi cuaca panas, badan dampak fenomena el nino," ujarnya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.