"Dengan adanya peraturan baru ini memberikan dampak yang besar terhadap ekspor komoditi tersebut,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyebutkan pada September 2013 nilai ekspor timah anjlok sebagai dampak peraturan ekspor baru yang mengharuskan melalui bursa komoditi.
"Dengan adanya peraturan baru ini memberikan dampak yang besar terhadap ekspor komoditi tersebut," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan, nilai ekspor Bangka Belitug pada September 2013 sebesar 30,1 juta dolar AS, atau turun tajam 71,6 persen dibanding ekspor Agustus 2013 mencapai 105,9 juta dolar AS.
Total ekspor tersebut terbagi atas timah sebesar 8,9 juta dolar AS dan non timah 1,2 juta dolar AS.
Ia mengatakan, pada September 2013, ekspor timah hanya berperan 29,57 persen dari total ekspor Provinsi Bangka Belitung, lebih kecil dibandingkan perenan ekspor non timah.
"Hal ini karena ekspor timah hanya dilakukan ke Singapura, Jepang dan China," ujarnya.
Sementara itu, total ekspor pada Januari-September 2012 apabila dibandingkan dengan Januari-September 2013 mengalami penurunan hingga 30,7 persen yaitu dari 1.667,4 juta dolar AS.
"Penurunan nilai ekspor tersebut karena menurunnya ekspor non timah hingga 69,9 persen dari 520,5 juta dolar AS menjadi hanya 156,7 juta dolar AS. Sedangkan ekspor timah juga mengalami penurunan sebesar 13 persen dari 1.146,9 juta dolar AS menjadi 998,3 juta dolar AS," ujarnya.
Menurut dia, timah merupaka ekspor terbesar yaitu berperan 86,4 persen dari total ekspor Bangka Belitung pada Januari-September 2013. Tujuan utama ekspor timah yaitu Singapura yang mencapai 712,5 juta dolar AS atau 71,4 persen dari keseluruhan ekspor timah.
Diikuti Malaysia 66,5 juta dolar AS (6,7 persen), Belanda 49,3 juta dolar AS (4,9 persen), Korea 38 juta dolar AS (3,8 persen) dan Thailand 33,1 juta dolar AS (3,3 persen).
"Kontribusi kelima negara tersebut mencapai 90,1 persen dari total ekspor timah Bangka Belitung," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.