Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memastikan area persawahan di enam daerah di kabupaten tersebut sudah dilengkapi sarana irigasi guna menunjang produksi pertanian. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kabupaten Bangka Aristian di Sungailiat, Babel, Selasa, mengatakan sarana irigasi yang tersedia mencakup di enam daerah irigasi yakni, Desa Air Petali, Labu, Nibung, Tanah Bawah, Pangkal Niur dan di Desa Banyu Asin. 

"Luas daerah irigasi di enam desa tersebut mencapai 504 hektare dengan saluran pembuang sepanjang 18. 945 meter dan saluran pembawa sepanjang 25.357 meter," katanya. 

Ia mengatakan dari enam daerah irigasi itu terdapat irigasi yang memerlukan perbaikan karena kondisi yang rusak atau tidak layak digunakan.

"Air yang disalurkan ke area pertanian melalui irigasi bersumber dari embung yang tersedia," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka M Imran mengatakan tahun 2026 telah dibangun tiga unit embung untuk penampungan air irigasi pertanian tersebar di Desa Petaling, Desa Kemuja dan di Desa Rukem.

"Embung dibangun dengan kemampuan menampung air sebanyak 500 meter kubik atau 500.000 liter dengan volume 500 meter persegi," katanya.

Selain membangun tiga embung, kata M Imran, Kementerian Pertanian (Kementan) RI juga membangun empat unit long storage pertanian di Desa Saing, Desa Kota Kapur, Desa Rukem dan di Desa Petaling.

"Prinsipnya baik embung maupun long storage memiliki kegunaan yang sama yakni, sebagai penyangga air pertanian yang dialirkan melalui saluran tersier atau langsung ke area persawahan pertanian, hanya saja kalau long storage secara teknis dibangun berbentuk persegi panjang," ujar dia.

Berdasarkan data luas tambah tanam (LTT) padi sawah di Kabupaten Bangka tahun 2026 mencapai 425 hektare dengan musim tanam dua sampai tiga kali selama satu tahun. 

"Dari luas sawah itu, minimal secara nasional mengalami penambahan luas tanam meskipun relatif kecil karena LTT dilakukan oleh petani secara bertahap," kata M Imran.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026