"Peningkatan pelayanan dan kebutuhan publik sejalan dengan visi pemerintah provinsi (pemprov) Babel dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena penggunaannya langsung kepada rakyat,"Pangkalpinang (Antara Babel) - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan meningkatkan kualitas sasaran penggunaan dana APBD 2014 dengan memotong anggaran yang tidak terlalu mendesak dan mengalihkan pada peningkatan pelayanan dan kebutuhan publik di dearah itu.
"Peningkatan pelayanan dan kebutuhan publik sejalan dengan visi pemerintah provinsi (pemprov) Babel dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena penggunaannya langsung kepada rakyat," Kata Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, dalam pembahasan RAPBD 2014 di daerah itu, pihaknya telah menghilangkan kegiatan perjalanan dinas keluar negeri, mengurangi kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah dan pembatasan pembangunan fisik gedung kantor yang dinilai belum mendesak sehingga dapat dialihkan untuk kebutuhan publik.
"Sasaran penggunaan APBD 2014 lebih banyak pada pemenuhan kebutuhan publik di daerah ini seperti pengadaan bibit karet, bibit sawit dan bibit lada kepada petani lokal. Kemudian pengadaan alat tangkan dan jaring bagi nelayan sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya dari sektor usaha tersebut," kata Didit.
Selain itu, kata dia, DPRD Babel juga telah mengalokasikan dana bantuna dari APBD 2014 bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri namun terkendala biaya dan mampu secara intelektual.
"Program bantuan beasiswa tersebut masih dalam tahap pembahasan untuk menentukan perguruan tinggi negeri yang akan bisa diusulkan masyarakat kurang mampu namun yang pasti masih tetap berada dalam wilayah Babel," jelasnya.
Selanjutnya, kata Didit, alokasi Dana APBD 2014 itu juga akan digunakan untuk meningkatkan gaji guru honorer dan pegawai honorer lainnya yang berada di lingkungan Pemprov Babel agar sesuai dengan standar Upah Minimu Regional (UMR) di daerah itu.
"Kami juga sudah menyediakan ruang bagi rumah ibadah dan tokoh agama di daerah ini agar dapat dibantu melalui APBD 2014 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas keagamaan masyarakat dan mendukung kerukunan antar umat beragama," jelasnya.
Ia berharap, masyarakat di daerah itu dapat turut serta mengawasi program dan penggunaan anggaran dana untuk meningkatkan kesejahteraan publik setempat.
"Mudah-mudahan dengan alokasi sasaran yang lebih baik dapat menunjang aktifitas sektor usaha masyarakat di daerah ini sehingga mereka mampu meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya," ujar Didit.
Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan HarahapUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.