"Saat ini, tim sedang mengunjungi KPU Kabupaten Bangka Selatan dan selanjutnya ke kabupaten lain untuk mempercepat penyelesaian masalah DPT,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Komisi Pemilihan Umum Bangka Belitung membentuk tim supervisi untuk merampungkan penyusunan daftar pemilih tetap Pemilu 2014 di kabupaten/kota daerah itu.
"Saat ini, tim sedang mengunjungi KPU Kabupaten Bangka Selatan dan selanjutnya ke kabupaten lain untuk mempercepat penyelesaian masalah DPT," kata anggota KPU Babel Divisi SDM dan Organisasi Davitri di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, pemilih yang terdaftar di DPT 2014 yang bermasalah sebanyak 100.070 data yang tersebar di kabupaten/kota dengan rincian 37.700 data invalid di Kota Pangkalpinang, 18.824 data di Kabupaten Bangka, dan 8.147 data di Kabupaten Bangka Tengah.
Selanjutnya, di Kabupaten Bangka Barat terdapat 5.245 data NKK invalid, di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 25.297 data, di kabupaten Belitung sebanyak 3.160 data dan di Kabupaten Belitung Timur sebanyak 1.697 data.
Sementara itu, ditemukan 3.446 data ganda, Kota Pangkalpinang sebanyak 526 data ganda, Kabupaten Bangka 1.851 data ganda, Kabupaten Bangka Barat 471 data ganda.
Selanjutnya, Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 448 data ganda, Kabupaten Bangka Selatan satu data ganda, Kabupaten Belitung enam data ganda dan Kabupaten Belitung Timur 143 data ganda.
"Dengan tim ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian DPT yang bermasalah dan data diperoleh nanti merupakan data yang valid, akurat, terpecaya," ujarnya.
Menurut dia, ini memang berisiko, karena penundaan berpengaruh pada tahapan pemilu dan penyediaan logistik. Tetapi, kalau memang ingin pemilu lebih berkualitas, daftar pemilih unsur yang vital.
"Mengingat potensi pemilih sangat tinggi, KPU memastikan DPT di kabupaten/kota tersebut benar-benar sempurna. Tidak dikejar-kejar untuk memenuhi tengat waktu sesuai tahapan dalam PKPU 6/2013.
Jangan sampai pemilu 2014 daftar pemilih masih kacau dan mengurangi kualitas pelaksanaan pesta demokrasi tersebut," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.