"Terpuruknya bangsa ini bukan karena sumber daya manusianya yang kurang cerdas, tetapi karena bobroknya moral dan akhlak," kata Dede Purnama Alzulami saat memberikan khutbah di Lapangan Merdeka Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan anak lahir dalam keadaan fitrah (bertauhid dan berpoensi baik). Jika kemudian anak menjadi menyimpang, maka orang tualah yang memiliki andil besar sebagai penyebabnya.
Menurut dia mereka yang berilmu tidak dilandasi akhlak, dengan ilmunya akan melakukan kehancuran, korupsi, penyalahgunaan jabatan dan mereka dengan kekayaannya akan memperbolehkan segala cara demi meraih kekuasaan dan kepuasan nafsunya.
"Saat ini banyak kasus kenakalan remaja seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran dan lainnya, karena kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua," katanya.
Ia mengatakan orang tua harus bertanggungjawab terhadap masa depan anak dengan mengorbankan harta demi pendidikan anak, mengorbankan waktu mengawasi pergaulan anak dan harus berkorban tenaga untuk mengarahkan mereka kepada perbuatan positif yang diridhoi Allah SWT.
"Anak harus dibekali pendidikan akhlak dan agama yang kuat, sementara pendidikan umum merupakan pendidikan pendukung dari pendidikan agama tersebut," ujarnya.
Dede mengatakan anak yang sholeh dan berakhlak mulia akan menghadirkan kebahagian, baik semasa hidup maupun meninggal nanti. Ketika masih hidup melihat anak penuh kesejukan, keceriaan, kerinduan dan dapat menjaga nama baik orang tua dan keluarganya.
Pascawafat nanti, anak sholeh dapat diandalkan untuk memanjatkan doa-doa yang menerangi kubur orang tuanya dihadapan Allah SWT.
"Disinilah kita harus memahami secara benar, betapa besarnya peran orang tua terhadap anak. Orang tua yang memiliki tanggung jawab membentuk keimanan dan karakter anak, maka dari orang itulah akan terwujudnya sosok kepribadian generasi penerus bangsa ini," katanya.
Untuk itu, kata dia orang tua tidak mencari rezeki dengan cara batil seperti menipu, mencuri, korupsi, riba, memeras dan lainnya, karena nafkah tersebut tidak berkah dan tidak baik untuk keluarganya.
"Harta yang diperoleh dari perbuatan yang tidak baik pengaruhnya, hati manusia menjadi keras untuk menerima kebenaran Allah SWT dan Rasullah," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.