"Nilai tukar petani ini naik karena kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh petani maupun untuk keperluan produksi pertanian,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai tukar petani pada Desember 2013 mencapai 100,99 atau naik 1,66 persen dibanding bulan sebelumnya 99,35.


"Nilai tukar petani ini naik karena kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh petani maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.


Ia menjelaskan, nilai tukar petani (NTP) ini naik juga dipicu naiknya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,06 persen dan NTP subsektor holtikultura naik 0,27 persen.


Sebaliknya NTP subsektor tanaman pangan dan peternakan turun masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,70 persen.


"Indeks harga yang diterima petani (IT) naik 1,82 persen atau lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar petani (IB) yang juga naik 0,16 persen," ujarnya.


Menurut dia, IT ini merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Terdapat lima subsektor komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.


Pada Desember 2013, secara umum IT mengalami kenaikan sebesar 1,82 persen dibanding sebelumnya, yaitu dari 107,18 menjadi 109,14.


"Kenaikan IT ini karena adanya kenaikan indeks diterima petani pada subsektor hortikultura sebesar 0,54 persen, tanaman perkebunan rakyat 3,22 persen dan perikanan naik 0,18 persen," ujarnya.


Sementara itu, IB juga mengalami kenaikan 0,16 persen dari 107,89 naik menjadi 108,07.


"Kenaikan IB ini karena naiknya subsektor tanaman pangan 0,07 persen, hortikultura 0,27 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,16 persen, peternakan 0,18 persen dan perikanan naik 0,18 persen," ujarnya.


Menurut dia, NTP merupakan salah satu indikator yang menunjukan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.


NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.


Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.


Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026