"Saat ini, daging sapi yang berhasil terjual sekitar 750 kilogram dan diperkirakan akan terus meningkat hingga sore nanti, dibandingkan penjualan daging sapi pada hari biasa hanya sekitar 280 hingga 300 kilogram per hari,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Permintaan daging sapi dan ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), naik hingga 150 persen karena permintaa daging  meningkat jelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (14/1).


"Saat ini, daging sapi yang berhasil terjual sekitar 750 kilogram dan diperkirakan akan terus meningkat hingga sore nanti, dibandingkan penjualan daging sapi pada hari biasa hanya sekitar 280 hingga 300 kilogram per hari," ujar Wahidin, pedagang daging sapi di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Senin.


Ia menjelaskan, warga Pulau Bangka khususnya Kota Pangkalpinang menyambut Maulid Nabi mengelar tradisi Nganggung, Ruwahan (Acara tradisi makan bersama diiringi berbagai kegiatan keagamaan yang menyediakan berbagai masakan, kue dan lainnya.


"Kebiasaan warga merayakan Maulid Nabi sama meriahnya pada saat perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha," ujarnya.


Ia mengatakan, peningkatan permintaan daging sapi ini berdampak langsung kenaikan harga daging menjadi Rp105.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya Rp95.000  per kilogram.


"Saat ini, harga daging sapi tinggi karena harga ternak sapi di daerah asal masih bertahan tinggi, namun demikian, harga daging yang tinggi tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk membelinya," ujarnya.


Menurut dia, diperkirakan harga daging sapi akan kembali turun pada Rabu (15/1) seiring permintaan daging yang kembali turun.


"Dalam dua bulan terakhir ini, harga daging sapi masih bertahan tinggi Rp95 ribu per kilogram dari harga normal Rp70 ribu per kilogram, karena ketersediaan ternak sapi di daerah asal yaitu Madura, Lombok, Lampung dan lainnya berkurang, sehingga berdampak langsung harga ternak naik," ujarnya.


Demikian juga, Ali pedagang daging sapi lainnya, mengatakan, untuk memenuhi permintaan daging konsumen, pedagang menambah pemotongan sapi untuk mengantisipasi kenaikkan harga daging lebih tinggi.


"Jika persediaan daging kurang, maka pedagang akan menaikkan harga, pada akhirnya akan memberatkan ekonomi konsumen yang masih lesu sebagai dampak kurangnya hasil perkebunan petani selama musim hujan ini," ujarnya. 


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026