Pangkalpinang (Antara Babel) - Pasokan sapi potong di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), dari Pulau Jawa dan Sumatera tersendat karena kondisi cuaca di perairan memburuk.
"Saat ini, persediaan sapi potong untuk memenuhi konsumsi warga kurang berdampak terhadap kenaikkan harga yang cukup tinggi," kata pedagang daging sapi Sulaiman di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan hampir sebulan terakhir, pedagang sapi tidak lagi mendapatkan pasokan sapi potng dari Madura, Lombok, Lampung dan Palembang karena kapal angkutan ternak tersebut tidak beroperasi.
"Kapal ternak ini tidak berani berlayar, karena takut dihantam gelombang tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan terbatasnya stok sapi tersebut, berdampak langsung terhadap harga daging naik menjadi Rp150 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp120 ribu dari harga normal Rp95 ribu per kilogram.
"Apabila cuaca buruk terus berlanjut dan pasokan semakin kurang maka diperkirakan harga daging ini akan terus mengalami kenaikkan lebih tinggi yang memberatkan ekonomi konsumen," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga daging ini berdampak terhadap permintaan daging yang semakin kurang.
"Permintaan daging sepi seiring daya beli warga semakin melemah sebagaidampak warga semakin sulit beraktivitas menambang timah dan hasil perkebunan petanipun kurang selama musim hujan ini," ujarnya.
Sementara itu, Mamad pedagang daging lainnya, mengaku membatasi pemotongan sapi karena permintaan daging masyarakat berkurang.
"Biasanya, kami memotong tiga ekor sapi per hari dibatasi menjadi satu ekor per hari, untuk mengantisipasi kerugian, harga sapi yang tinggi, sementara permintaan daging berkurang," ujarnya.
Menurut dia, saat ini, untuk menjual 100 kilogram daging saja sulit, karena masyarakat beralih membeli daging ayam dan kebutuhan sehari-hari lainnya yang lebih murah.'
"Pembatasan pemotongan sapi ini juga untuk mengantisipasi kelangkaan daging sapi di pasaran karena stok ternak sapi yang ada merupakan stok tahun lalu yang semakin berkurang," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.