"Kenaikan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani (IT) naik 1,39 persen dan lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar petani (IB) yang juga naik 0,99 persen," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, kenaikan NTP ini dipicu naiknya tanaman pangan sebesar 0,36 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,42 persen, peternakan naik 0,39 persen dan perikanan yang naik 1,32 persen. Sebaliknya, NTP subsektor holtikultura turun sebesar 0,20 persen.
"Kenaikan ini cukup menguntungkan petani dan menjadi motivasi petani untuk mengembangkan usahan pertaniannya," ujarnya.
Ia mengatakan, secara umum IT mengalami kenaikan 1,39 persen dibanding IT Desember 2013 yaitu dari 109,14 menjadi 110,66.
"Kenaikan IT ini terjadi karena naiknya IT di seluruh subsektor yaitu tanaman pangan 1,27 persen, holtikultura 0,66 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,52 persen, peternakan 1,11 persen dan perikanan 2,24 persen," ujarnya.
Demikian juga IB mengalami kenaikan 0,99 persen dibanding Desember 2013 yaitu dari 108,07 menjadi 109,13.
"Kenaikan IB karena naiknya tanaman pangan 0,92 persen, holtikultura 0,86 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,09 persen, peternakan 0,72 persen dan perikanan 0,91 persen," ujarnya.
Menurut dia, NTP merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.
Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.