"Tentu kalau terjadi `rematch` antara Prabowo dan Jokowi maka Pak Prabowo harus betul-betul memilki strategi yang jitu. Kalau tidak, posisi Jokowi kuat," ujar Mardani di Cikini, Jakarta, Sabtu.
Ia menilai Jokowi saat ini memiliki lebih banyak kelebihan yang bisa mendongkrak elektabilitasnya dibandingkan dengan Prabowo.
"Jokowi yang merupakan `incumbent` nanti bukan hanya janji yang bisa dijual, tapi dia sudah ada kerjanya," tutur Mardani.
Selain itu, kekuatan Jokowi juga didapatkan dari sejumlah survei yang memosisikan elektabilitasnya di atas Prabowo sehingga data tersebut juga bisa memengaruhi suara masyarakat.
"Saat ini yang paling penting memang figur. Pak Prabowo mungkin pilih figur cawapresnya yang baru, yang bisa betul-betul melawan elektabilitas Jokowi," kata Mardani.
Bahkan, Mardani mengusulkan kepada Prabowo agar dalam waktu dekat tidak hanya menunjuk calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019, melainkan menentukan jajaran kabinet yang akan membantunya jika terpilih sebagai presiden.
"Karena biar nanti orang tidak membeli `kucing di dalam karung`," katanya.
Baca: Partai Gerindra tegaskan hanya usung Prabowo
Baca juga: Presiden Jokowi hormati keputusan pencapresan Prabowo Subianto
Pewarta: Agita TariganUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.