Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa intervensi Bank Indonesia di pasar valas menjadi slah satu faktor yang menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah terapresiasi.
"BI menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dengan melakukan intervensi di pasar valas dan pasar obligasi," katanya
Ia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar di negara berkembang memang cenderung mengalami tekanan, jika tidak diintervensi maka rupiah akan terus tertekan yang akhirnya dapat mengganggu aktivitas ekonommi nasional.
"Saat ini dolar AS memang sedang berada dalam tren penguatan menyusul ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," katanya.
Ia mengatakan bahwa ekspektasi itu membuat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami peningkatan sehingga memicu sebagian dana asing berpindah.
"Peluang pelemahan pun masih dimungkinkan terjadi seiring meningkatnya permintaan dolar AS," katanya.
Head of Economic and Market Research Bank UOB, Enrico Tanuwidjaja mengatakan kebijakan-kebijakan moneter yang telah dikeluarkan Bank Indonesia sesuai dengan pelaku pasar.
"Kami inline dengan kebijakan BI, karena inflasi masih dalam batas official target, hubungan antara rupiah dan suku bunga BI cukup konsisten," katanya.
Pewarta: Zubi MahrofiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.