"Indeks harga yang diterima petani (It) pada April 2018 sebesar 108,68 atau turun 1,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya 110,24," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.
Sementara itu indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,22 persen jika dibandingkan Maret 2018, yaitu dari 124,84 menjadi 125,11.
"Kenaikan Ib karena naiknya hortikultura 0,30 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,19 persen dan perikanan 0,21 persen," katanya.
Menurut Darwis NTP tanaman pangan pada April tahun ini mengalami kenaikan indeks yaitu dari 90,44 menjadi 91,40.
"Kenaikan indeks 1,06 persen ini menggambarkan naiknya It 1,38 persen lebih besar dibandingkan naiknya Ib 0,31 persen," katanya.
Sementara itu NTP hortikultura mengalami penurunan indeks yaitu dari 96,94 menjadi 95,92. Penurunan NTPH 1,05 persen karena turunnya It 0,75 persen lebih kecil dibandingkan naiknya Ib 0,30 persen.
"Penurunan yang terjadi pada It karena turunnya indeks pada subkelompok sayur-sayuran 2,37 persen. Pemicu utama turunnya indeks subkelompok ini adalah turunnya indeks komoditas cabai rawit , cabai merah dan kacang panjang," katanya.
NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan dari 81,05 menjadi 78,61, karena turunnya It sebesar 2,83 persen lebih kecil dibandingkan naiknya Ib sebesar 0,19 persen.
"Penurunan yang terjadi pada It, karena turunnya indeks pada subkelompok tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,83 persen. Pemicu utama turunnya indeks subkelompok ini adalah turunnya indeks komoditi Lada/merica, kelapa sawit dan karet. Sedangkan naiknya pada Ib karena naiknya indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga 0,22 persen dari 127,59 menjadi 127,86," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.