"Inflasi terjadi karena naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran di antaranya makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.
Inflasi Kota Pangkalpinang juga akibat naiknya indeks kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,02 persen, sandang 0,43 persen, kesehatan 0,39 persen, serta transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 7,20 persen.
Sementara itu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah bahan makanan 0,30 persen serta pendidikan rekreasi dan olahraga 0,05 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2018 di antaranya tarif angkutan udara, daging ayam ras, ayam hidup, bawang merah, ikan dencis, ikan tenggiri, ikan kembung, apel, ikan hapau, emas perhiasan, semangka, pisang, pir, dan ikan tongkol.
Komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bayam, kangkung, ikan selar, ikan kerisi, sotong, kacang panjang, udang basah, beras, minyak goreng, cumi-cumi, cabai rawit, cabai merah, ikan bawal, sawi hijau, dan ikan ekor kuning.
Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi pada April yaitu makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,001 persen, kemudian perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,004 persen, sandang 0,02 persen, kesehatan 0,02 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,05 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi yaitu bahan makanan 0,08 persen, serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,003 persen.
Menurut Darwis kelompok bahan makanan pada April 2018 mengalami deflasi 0,30 persen atau terjadi penurunan indeks dari 148,79 pada Maret 2018 menjadi 148,35.
"Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi terjadi pada sayur-sayuran 13,59 persen dan terendah kacang-kacangan 0,01 persen," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.