"Kami terus mendorong kuantitas dan kualitas koperasi ini melalui kemudahan memperoleh pinjaman permodalan di perbankan, pembinaan dan pelatihan kepada pengurus, anggota koperasi untuk mampu mandiri dan berdaya saing," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Budiman Ginting di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, terhitung sejak 2007 hingga 2012 jumlah koperasi terus mengalami peningkatan karena kesadaran masyarakat untuk berkoperasi cukup tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Jumlah koperasi 2007 sebanyak 705 unit, 2008 sebanyak 794 unit, 2009 sebanyak 839 unit, 2010 sebanyak 872 unit, 2011 sebanyak 937 unit dan jumlah koperasi hingga Oktober 2012 sebanyak 958 unit dan diperkirakan akan terus meningkat hingga Desember 2012.
"Pada tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan koperasi meningkat lagi dari tahun sebelumnya, termasuk dari segi kualitas manajemen pengelolaan dan kesejahteraan anggotanya harus lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, jumlah koperasi yang tidak aktif hingga Oktober 2012 mengalami penurunan sebanyak 9 unit atau sebanyak 213 unit jika dibandingkan 2011 sebanyak 222 unit koperasi.
"Koperasi yang tidak aktif ini karena manajemen koperasi yang tidak baik karena masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi tersebut dalam menjalankan usaha," ujarnya.
Menurut dia, koperasi membutuhkan pengurus berkualitas, jujur dan amanah karena uang koperasi tersebut tidak dijamin pemerintah tetapi dipegang oleh pengurus, kalau pengurus tidak jujur dan amanah maka merugikan anggota koperasi tersebut.
"Sebagian besar koperasi ini tidak aktif karena kredit macet, uang tidak berjalan dan anggota koperasi tersebut tidak membayar pinjaman dan simpanan wajib.
Pengurus koperasi tidak jujur dan amanah, banyak uang simpanan wajib anggotanya dan keuntungan usaha koperasikan digelapkan, sehingga koperasi tersebut sulit untuk berkembang, akhirnya usahanya berhenti total, ujarnya.
Namun demikian, pihaknya terus mendorong koperasi yang tidak aktif ini kembali aktif menjalankan usahanya, melalui pembinaan dan pelatihan SDM pengurus dan anggota koperasi.
"Kami siap memfasilitasi koperasi yang tidak aktif untuk kembali aktif, sehingga lembaga ekonomi kerakyatan ini benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat, sekaligus memberantas kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.
: Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.