"Saya optimistis target 75 persen pemilih pada pemilu 2014 dapat tercapai dengan syarat adanya kerjasama yang baik dari semua pihak, tidak hanya dibebankan oleh penyelenggara pemilu yakni KPU maupun Banwaslu saja," katanya di Sungailiat, Rabu.
Gubernur juga minta aparat pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat agar partisipasi aktif dalam memberikan hak suaranya untuk menentukan masa depan bangsa dalam lima tahun kedepan.
Menurut dia melaksanakan pemilu dengan tingkat partisipasi yang tinggi akan memperkuat sebuah negara untuk menghadirkan kesejahteraan, menciptakan rasa aman, dan menjamin kebebasan dalam melaksanakan ibadah.
"Sehingga semakin kokoh sebuah negara akan meningkatkan kemampuannya dalam mengelola dan mewujudkan harapan masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, pada proses pemilu 2009 yang lalu berhasil dengan baik, walau ada riak-riak kecil dan ini merupakan hal yang wajar karena merupakan dinamika politik yang ada.
"Pada pemilu 2014 yang akan datang diharapkan partisipasi pemilih akan lebih meningkat dan mari kita kawal pemilu ini agar dapat meminimalisasir tindakan kecurangan yang mungkin terjadi," harapnya.
Gubernur juga meminta masyarakat tetap menjaga suasana yang kondusif dalam pelaksanaan pemilu ini agar semua berjalan dengan lancar dan aman sesuai yang kita harapkan bersama.
"Baju boleh berbeda, warna partai boleh berbeda. Tapi kita tetap dalam satu ikatan yang kebersamaan, persatuan dan kesatuan," harapnya.
Dalam mendukung pelaksanaan pemilu 2019 agar berjalan lancar seperti yang diharapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan baik dari segi pemantapan, konsolidasi, sosialisasi dan keamanan terus dikondisikan untuk menyukseskan pesta lima tahunan ini.
"Untuk menyukseskan pemilu ini segala persiapan telah kita lakukan dengan melibatkan semua unsur terkait agar pemilu yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan aman," katanya.
Pewarta: Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.