Mudik bersama yang telah rutin setiap tahunnya dilaksanakan oleh Biro Umum Setjen Kemhan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan kemudahan transportasi bagi personel Kemhan yang ingin mudik ke kampung halamannya masing-masing untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Mudik bersama tersebut menggunakan sarana Bus Antar Jemput Pegawai (AJP) Kemhan sebanyak 30 bus dengan rincian 3 bus tujuan Surabaya, 1 bus tujuan Lampung, 14 bus tujuan Yogyakarta den 12 bus tujuan Solo. Pada mudik bersama tahun ini, diberangkatkan sebanyak 623 penumpang.
Untuk keselamatan dan keamanan, baik personel maupun materiil, sebelum diberangkatkan telah dilakukan pemeriksaan mulai dari kesiapan dan kelayakan bus sampai dengan kesiapan pengemudi bus. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan dan sampai di tujuan masing-masing dengan selamat.
"Kalian akan mudik, jaga keamanan, jangan sampai ada kecelakaan. Diingatkan sopir kalau ngantuk berhenti jangan ngebut-ngebut paling tidak asal sampai aman," kata Menhan.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini juga mengingatkan personel Kemhan tidak datang terlambat untuk kembali bekerja di Kemhan.
"Masuk kerja harus dengan semangat baru. Kalian istimewa. Kenapa? Karena yang lain di Kodam di TNI itu dibagi (liburnya) nah kalau kalian full. Dengan full ini saya minta ya ada balasannya itu tidak terlambat (saat kembali kerja di Kemenhan) dan tidak ada kejadian yang melanggar hukum," kata Ryamizard.
Menhan juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada para stafnya. Dia juga mengingatkan kepada para sopir agar tidak lupa membawa SIM dan STNK.
"Kalian kan nanti Lebaran di tempat, pada kesempatan ini kami menyampaikan Selamat Idul Fitri maaf lahir batin," ujarnya.
Ryamizard juga berpesan kepada para stafnya agar selalu berkoordinasi jika menemukan ancaman teror di kampung halaman. Dia meminta mereka melapor dengan staf Kemenhan yang berada di Jakarta.
"Kita nggak menghendaki kejadian sesuatu tapi kalau ada kejadian kalian harus lapor ke sini. Apa yang harus dikerjakan, apa yang harus kalian lakukan jangan sampai ada kejadian luar biasa bengong-bengong. Jadi koordinasikan aja kalau sampai sana ada kejadian apa-apa kayak kemarin ada serangan bom jelas kami memikirkan kalian. Harus begitu. Jadi jangan sampai kita jalan nggak ada tujuan. Harus ada tujuan," pesannya.
Menhan menambahkan, dukungan fasilitas angkutan mudik seperti ini merupakan bentuk perhatian dari dinas terhadap keserjahteraan pegawai di Kemhan agar dapat bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan di kampung halaman masing-masing.
"Kita patut bersyukur atas fasilitas dan bantuan tersebut. Fasilitas dan bantuan dari dinas ini juga menjadi salah satu gagasan untuk menghindari padatnya angkutan mudik saat ini," tutur Ryamizard.
Pewarta: Syaiful HakimUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.