Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat pada Februari 2014 nilai tukar petani (NTP) daerah itu sebesar 99,18 atau mengalami penurunan 1,97 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 101,40.


"Penurunan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani (IT) turun 1,46 persen lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani 0,52 persen," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.


Ia menjelaskan, penurunan NTP tersebut disebabkan perubahan harga hasil produksi pertanian yang lebih kecil dibanding harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian.


"Penurunan NTP ini karena turunnya harga tanaman pangan 0,43 persen, tanaman perkebunan rakyat 3,37 persen, peternakan 0,67 persen, perikanan 0,17 persen, sementara hortikultura hanya naik 0,24 persen," ujarnya.


Ia mengatakan, IT merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.


Pada februari 2014, secara umum IT mengalami penurunan 1,46 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 110,66 menjadi 109,04.


"Penurunan IT ini terjadi karena turunnya harga tanaman pangan 2,88 persen dan peternakan turun 0,20 persen," ujarnya.


Sementara itu, IB mengalami kenaikan 0,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya dari 109,13 menjadi 109,70.


"Kenaikan IB ini karena naiknya IB seluruh subsektor yaitu tanaman pangan yang naik 0,54 persen, hortikultura 0,47 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,51 persen, peternakan 0,47 persen dan perikanan 0,62 persen," ujarnya.


Menurut dia, NTP juga merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.


NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.


Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.


"Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," katanya.


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026