"Alhamdulillah berkat pembinaan PT Timah, usaha pengolahan lada hitam sudah berkembang dengan baik," kata Zaiwan di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan saat ini permintaan lada hitam tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi sudah di Pulau Jawa, Sumatera dan kota-kota besar lainnya.
"Alhamdulillah lada hitam ini diterima konsumen khususnya pengusaha makanan seperti restoran sate, jamur, ayam lada hitam," katanya.
Menurut dia, keberhasilan pengembangan usaha lada hitam ini tidak terlepas dari peran PT Timah dalam membantu dan membina pelaku usaha kecil dalam meningkatkan permodalan, marketing, pemasaran dan pengemasan produk yang lebih menarik.
"Saat ini kita tidak hanya menjual lada hitam secara manual, tetapi menggunakan media sosial, forum jual beli untuk memudahkan konsumen memesan produk," katanya.
Ia mengaku beralih mengembangkan usaha lada putih ke hitam, karena pengolahannya lebih mudah, dan harga dan permintaan pasarnya pun lebih tinggi.
"Saat ini harga lada hitam Rp110.000 per kilogram atau lebih tinggi dibandingkan lada putih yakni Rp43.000 per kilogram," katanya.
Demikian juga pelaku usaha pengolahan makanan khas Koba, Rita mengatakan pemasaran secara daring lebih mudah dan menguntungkan.
"Kita berharap pembinaan PT Timah tidak sampai di sini saja, tetapi terus membantu pelaku usaha kecil agar bisa memasarkan produk ke pasar internasional," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.