Koba, Babel (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung menggelar gerakan irigasi bersih di area persawahan Desa Namang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pelaksana kegiatan dari BWS Babel Bernard di Namang, Jumat, mengatakan aksi tersebut merupakan gerakan serentak seluruh BWS di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Kegiatan ini mendukung ketahanan pangan nasional, kemandirian pangan daerah, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Menurut Bernard, irigasi bersih juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk membudayakan hidup bersih, memperbaiki siklus tanam dan meningkatkan kesuburan lahan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi padi.
“Ini juga atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang sangat konsen memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, irigasi berperan penting dalam sektor pertanian, khususnya padi sawah yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
“Selama ini BWS fokus pada wilayah sungai, namun sesuai arahan Kementerian PUPR, kini lebih terkonsentrasi pada irigasi. Gerakan yang sama juga dilakukan BWS di daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, TNI/Polri, serta Pemerintah Desa Namang, sekaligus menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Bernard mengajak masyarakat, khususnya petani, untuk bergotong royong membersihkan saluran irigasi.
“BWS sifatnya mendukung dan mendorong, namun keberlanjutan gerakan ini ada di tangan para petani,” katanya.
Kepala Desa Namang Zaiwan, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan irigasi yang mengairi lebih dari 50 hektare sawah di wilayahnya.
“Produksi padi sawah irigasi dua kali lipat lebih tinggi dibanding sawah tadah hujan. Irigasi yang baik sangat mempengaruhi siklus tanam, pertumbuhan padi, hingga masa panen,” ujarnya.
