Pangkalpinang (Antara Babel) - Pengamat dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pertiba Bangka Belitung (Babel), Junaidi Abdullah, SH, MH mengatakan, calon anggota legislatif (caleg) perempuan harus lebih proaktif berkampanye ke tengah-tengah masyarakat.


"Selama masa kampanye ini caleg perempuan harus mampu menggali isu-isu strategis di masyarakat untuk memperebutkan kursi di DPR dan DPRD," katanya di Pangkalpinang, Selasa.


Menurut dia, sejauh ini caleg laki-laki cenderung lebih dominan dan proaktif dalam melakukan sosialisasi maupun pendekatan kepada masyarakat untuk meraup suara pada pemilu nanti.


"Caleg perempuan harus memanfaatkan momen kampanye ini agar kuota perempuan di parleman sebesar 30 persen dapat tercapai," ujarnya.


Menurut dia, caleg perempuan harus lebih aktif lagi melakukan pendekatan kepada masyarakat supaya mendapatkan simpati dan kemudian mereka memberikan suaranya pada pemilu nanti.


Para caleg perempuan juga harus memiliki konsep yang jelas untuk ditawarkan dan akan diperjuangkan di parlemen nanti.


Sejumlah program yang dinilainya layak ditawarkan caleg perempuan di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan ekonomi kerakyataan, serta penataan pelabuhan agar pendistribusian berbagai kebutuhan pokok lancar sehingga harga pangan dapat dikendalikan.


Selain itu, juga penataan pedagang di sejumlah pasar tradisional, upaya menekan kasus kenakalan remaja dan lainnya yang dapat diterima masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.


"Kami berharap caleg perempuan memiliki visi misi yang jelas dan dapat diterima masyarakat, sehingga mereka tidak hanya menjadi pelengkap untuk memenuhi kuota," kata dia.


Menurut dia, pada pemilu tahun ini caleg perempuan harus bisa duduk di parlemen baik di DPR maupun DPRD dengan jumlah yang lebih banyak dibanding pemilu sebelumnya.


"Jika banyak perempuan jadi anggota legislatif, maka akan lebih kuat upaya memperjuangkan kepentingan perempuan di gedung wakil rakyat," ujarnya.


Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026