Setelah semua logistik pemilu diterima PPS, besok Selasa (8/4), semua logistik tersebut harus sudah selesai didistribusikan ke KPPS di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS)
Sungailiat, (Antara Babel) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan dan desa, untuk mengirim logistik pemilu ke Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS).

"Setelah semua logistik pemilu diterima PPS, besok Selasa (8/4), semua logistik tersebut harus sudah selesai didistribusikan ke KPPS di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS)," kata Ketua KPU Kabupaten Bangka, Zulkarnain di Sungailiat, Senin.

Dia menegaskan jika terjadi keterlambatan pengiriman logistik dari PPS ke KPPS tentu dikhawatirkan akan menghambat pelaksanaan pencoblosan di TPS.
         
"Hanya saja sebelum dikirim ke KPPS pihak PPS harus menyeleksi kembali semua kotak suara dan kebetuhan logistik pemilu lainnya agar jangan sampai ada yang tertinggal," katanya.

Menurutnya, meskipun pendistribusian kotak suara dan sejumlah kebutuhan logistik pemilu lainnya hanya disiapkan satu hari, namun dirinya optimis semua logistik dapat disalurkan sesuai dengan jadwal mengingat kondisi jarak PPS ke masing-masing KPPS tidak terlalu jauh.

"Saya optimis pihak PPS tidak mengalami kendala pendistribusian kotak suara pemilu ke masing-masing KPPS mengingat jarak jangkaunya tidak terlalu jauh," jelasnya.

Begitu pula halnya, pihak KPPS untuk segera menyiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan pencoblosan 9 April 2914. Semua keperluan yang dibutuhkan hendaknya sudah dengan matang disiapkan termasuk seluruh logistik yang sudah diterimanya dari PPS.

"Segera dikoordinasikikan ke PPS jika ada kekurangan logistik agar tidak menghambat pelaksanaan pemilu di TPS itu," katanya.

Dia mengingatkan, agar pihak KPPS satu hari sebelum pelaksanaan pencoblosan surat undangan sudah dibagikan kepada seluruh calon pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT.

Sementara itu, Ketua KPPS di TPS 13 Sungailiat Rianto Yuswara mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiakan tempat untuk TPS di salah satu gedung pemerintah dimana sudah mendapatkan izin dari pihak kantor itu.

"Hanya saja dari lebih 100 calon pemilih yang akan menyampaikan hak suara di TPS 13, terdapat 17 calon pemilih yang saya kembalikan surat undangannya ke PPS, mengingat adanya beberapa faktor penyebab, di antaranya ada yang sudah meninggal dunia, pindah alamat bahkan terdapat juga nama calon pemilih dengan alamat yang tidak jelas," kata Rianto.

Pewarta: Oleh Kasmono
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026