Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),  berupaya menyelamatkan masyarakat terutama ibu dan anak yang paling beresiko terinfeksi virus HIV/AIDS.

"Upaya yang kami lakukan untuk menyelamatkan ibu dan anak agar terhindar dari serangan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) melalui pemeriksaan secara rutin," ujar Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Babel, Pari Pusta di Pangkalpinang, Sabtu.

Menurut dia, ibu dan anak sekarang ini menjadi tren terinfeksi virus HIV/AIDS tersebut karena pengaruh penyebaran melalui hubungan seksual dari suami yang sering mencari pasangan di luar atau di jalanan, sehingga anak-anaknya pun tidak luput terserang penyakit mematikan itu.

Sejak 2007 sampai 2012 tercatat 566 orang masyarakat termasuk ibu dan anak di Babel yang tidak berdosa terkena penyakit mematikan itu sehingga mereka menjadi prustasi dan tidak punya semangat untuk bertahan hidup, sedangkan angka riil penderitanya bisa lebih dari angka tersebut di atas.

Oleh karena itu, kata dia, KPA Babel terus berupaya melakukan sosialisasi di lapangan melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkompeten, sehingga bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat di daerah itu.

Sementara itu, KPA juga mengajak masyarakat lainnya untuk datang langsung ke klinik terdekat di setiap Kabupaten dan Kota untuk mengetahui perkembangan kesehatannya dan memastikan bahwa mereka tidak terkena virus HIV/AIDS.

"Penyebaran virus itu tidak akan dipahami dalam waktu singkat karena virus itu menggerogoti sistem kekebalan tubuh secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup lama atau sekitar lima tahun ke depannya baru akan terlihat dari fisik seseorang tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, penyebaran virus HIV diakibatkan oleh transfusi darah, penularan melalui ibu kepada bayinya selama masa hamil, masa menyusui dan yang paling berpotensi terjadinya penyebaran HIV/IDS adalah hubungan seks yang tidak setia pada satu pasangan dan tanpa menggunakan alat kontra sepsi atau kondom.

Kemudian penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi virus HIV dan terjadi luka akibat pemakaian benda secara bersama-sama seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV.

Menurut dia, untuk membasmi penyebaran penyakit berbahaya ini diperlukan adanya kesadaran setiap pribadi seseorang untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

Sementara itu, untuk para pengidap atau yang sudah positif HIV/AIDS diharapkan lebih banyak melakukan konsultasi ke dokter, melakukan pengobatan secara rutin untuk bisa menjaga ketahanan tubuh tetap normal.    (T.KR-WRA)


Pewarta: wira suryantala
Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026