"Persoalan harga tentu tidak bisa kita intervensi dan yang bisa dilakukan adalah membantu memasarkan lada petani dengan mencari pembeli yang bisa menghargai lada lebih mahal," kata Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh di Koba, Senin.
Pemkab Bangka Tengah akan membentuk tim pemasaran lada antar pulau untuk mengembangkan pasar lada petani di daerah itu dengan harapan harga lebih bersaing.
"Kita akan bentuk tim pemasaran lada antar pulau, petani jangan pesimis dengan kondisi harga yang terus merosot tetapi yang harus dilakukan tetap meningkatkan produksi dan kualitas lada," katanya.
Asnawi, seorang petani lada di Bangka Tengah mengatakan kondisi harga lada di tingkat petani saat ini hanya Rp54 ribu per kilogram.
"Kalau lada di tingkat petani atau langsung pembeli yang datang itu harganya Rp54 ribu per kilogram, kalau dijual ke gudang di Pangkalpinang tentu harganya lebih mahal," katanya.
Ia mengatakan sebagian petani ada yang menjual lada langsung ke gudang namun kebanyakan para pengepul lada langsung datang ke kebun lada petani.
"Kalau ditimbang langsung di kebun lada tentu harganya lebih murah, kebanyakan petani jual di tempat dan hanya sebagian yang langsung jual ke gudang lada," katanya.
Pewarta: AhmadiUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.