Warga telah mendatangi TPS sejak pagi, tetapi hingga pukul 14.00 WIT pemungutan suara belum juga dilakukan, disebabkan karena tidak ada kotak maupun surat suara di TPSAmbon, (Antara Babel) - Sebanyak 2.692 warga yang memiliki hak pilih di Desa Taar, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, hingga Rabu siang belum dapat bisa mencoblos dikarenakan tidak tersedia kotak maupun surat suara di tempat pemungutan suara (TPS).
"Warga telah mendatangi TPS sejak pagi, tetapi hingga pukul 14.00 WIT pemungutan suara belum juga dilakukan, disebabkan karena tidak ada kotak maupun surat suara di TPS," kata seorang tokoh pemuda Taar Wemphy Tarantein yang dikonfirmasi dari Ambon, Rabu siang.
Menurut Wemphy, setelah dicek kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ternyata pencoblosan belum bisa dilaksanakan karena kotak suara dan surat suara belum ada di 11 TPS yang ada di desa tersebut.
Masalah ini memicu kemarahan ribuan warga Desa Taar yang merasa khawatir tidak dapat menyalurkan aspirasi politiknya, karena telah melewati jadwal pencoblosan yang ditetapkan yakni pukul 07.00 WIT hingga pukul 13.00 WIT.
Menurut Wemphy, seharusnya komisioner KPU turun untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi sehingga surat suara dan kotak suara belum tersedia di TPS, sehingga tidak meresahkan dan menimbulkan kemarahan masyarakat.
"Saat ini saja petugas KPPS telah melarikan diri meninggalkan lokasi TPS karena merasa takut warga menjadi kalap dan tidak bisa menahan emosi karena tidak profesionalnya KPU sebagai penyelenggara. Seharusnya KPU turun ke desa Taar untuk menjelaskan kekeliruan yang terjadi," katanya.
Wemphy mengaku dirinya bersama sejumlah petugas KPPS telah mencoba menghubungi lima komisioner KPU untuk meminta penjelasan terkait tidak tersedianya surat suara dan kota suara pada seluruh TPS di Desa tersebut, tetapi telepon seluler para komisioner tidak aktif.
"Masalahnya kasus ini bukan terjadi di satu TPS, tetapi di 11 TPS yang ada di Desa Taar, sehingga menimbulkan kecurigaan warga terkait netralitas KPU sebagai penyelenggara, apalagi mereka tidak bisa dihubungi melalui telepon genggamnya karena tidak diaktifkan," tandasnya.
Dia mempertanyakan profesionalitas KPU dalam mendistribusikan logistik ke seluruh TPS di Kota Tual tersebut, karena kenyataannya pencoblosan telah berlangsung di hampir seluruh TPS sejak pagi dan hanya di desa tersebut yang belum bisa dilaksanakan tanpa ada penjelasan dari penyelenggara.
Warga merasa curiga karena desa-desa tetangga telah melakukan pencoblosan dari pagi. Apalagi posisi desa ini hanya di pinggiran pusat kota Tual yang bisa ditempuh dengan mobil sekitar 15 menit dari kantor KPU Tual.
"Komisioner KPU Tual telah menegaskan di media massa bahwa tidak ada masalah dengan logistik karena kekurangan surat suara telah teratasi, tetapi kenapa sampai sore ini surat suara dan kotak suara belum ada pada 11 TPS di Desa Taar," katanya.
Dia menegaskan, KPU setempat harus bertanggung jawab atas kelalaian dan kesalahan tersebut, jika dampaknya memicu kejadian tidak diinginkan akibat kemarahan dan emosi warga setempat.
Jumlah pemilih di Desa Taar yakni sebanyak 2.692 orang dan akan menyalurkan aspirasi politiknya pada 11 TPS.
Pewarta: Oleh Jimmy AyalEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.